Selasa, 06 Oktober 2020

Harga Sebuah Perubahan

 

 

 Langkah-langkah yang dilalui selalu membawa perubahan dalam hidup. Bila perubahan baik yang dirasakan akan menumbuhkan syukur yang membuncah dalam hati sampai terlihat elok rias wajah berbinar. Namun bila keburukan yang dirasa biasanya akan tersa sedih menyelimuti hati yang paling dalam. Padahal Allah pasti akan memberikan kebaikan dalam setiap langkah seorang hambanya. Bagaimana agar kita bisa menyikapi semua yang ada ini menjadi sebuah nilai kebaikan?

Hidup yang stagnan tanpa ada perubahan justru akan menjadikan diri kita tidak jelas kualitas kehidupannya, sudah diberikan waktu yang cukup panjang namun tidak berubah sedikitpun dari tahun sebelumnya, inilah sebuah kerugian. Apalagi sampai waktu yang diberikan kadang justru  merubah diri kita semakin buruk, maka celakalah nasib kehidupan kita.

Yang harus kita lakukan adalah menghadapi setiap perubahan dengan jiwa yang besar..tetap kuat dan semangat niscaya perubahan yang lebih baik pasti akan menghampiri kita. Tinggalkan sifat tidak terima apalagi putus asa yang bisa berakhir menjadi sebuah hasil yang mengecewakan. Yang terbaik yang harus dilakukan adalah ikhtiar semaksimal mungkin untuk mendapakan angin segar di kemudian hari yang penuh dengan kenikmatan.

Penuhilah hari-hari kita dengan rasa puas dan gembira, agar keberuntungan dan ketentraman hidup bisa betah dan krasan menemani kehidupan kita ini. Hari-hari yang diselimuti harumnya bunga kebahagiaan tentunya nanti akan berbuah kebahagiaan akhirat yang tiada bandingnya, aamiin

Minggu, 09 Agustus 2020

Nuansa hati

 Setiap yang ada dalam diri kita senantiasa membawa rasa yg berbeda, saat suasana tidak bahagia akan menambah ketidakbahagian itu semakin mengerumuni kita. Namun bila suasana hati berbinar penuh kebahagiaan maka yg ada di sekitar kita pun akan menjadi bahagia, disinilah ketika suasana hati terus berbunga pasti akan mendatangkan kebahagiaan baru.

Suasana hati yg bahagia hanya bisa didapat pada hati yg terus bersyukur atas nikmatNya, percayalah sobatku.

Catatan di taman demak

Minggu, 26 Januari 2020

Paksa bahagia


Cermati waktu yg menemani saat ini bersama kita. Bila ada sedih itu bisa jadi rasa tidak terima kita pada nikmat yg diberikan Allah pada saat ini. Bila gundah masih jg melanda ini adalah tanda kita blm merasa puas dengan keadaan. Paksalah hati ini untuk selalu bahagia menikmati limpahan nikmat yg ada,paksalah terus ketidakpuasan untuk menjadi puas dan senang apapun yg kita rasakan. Jangan malah mendramatisir kesedihan hingga menjadi kegalauan yg semakin menjadi. Karena nafsu kita selalu mengajak untuk kufur terhadap nikmat Allah. Dg memaksa utk bahagia nantinya hati akan diliputi kebahagiaan. Lawan terus dan rasakan bedanya.

Rabu, 22 Januari 2020

Lebih Penting

Kehidupan dunia adalah anugerah,

Setiap langkahnya akan dicatat,


Ada yg terasa tdk penting di dunia,


Namun amat penting di akhirat,


Sujudmu, dzikirmu, berbagimu, syukurmu...


Banyak yang terasa penting di dunia,


Namun tiada berharga di akhirat,


Uangmu, jabatanmu, kedudukanmu, harga dirimu...


Bila langkah menuju ke akhirat fokuslah ke sana,


Seperlunya saja untuk dunia,


Sekedarnya saja...


Karena tempat sebenarnya kita,


Adalah kampung akhirat,


Kehidupan abadi dalam ridho-Nya.

Topeng

Bagi yang sibuk membangun 'topeng' dengan duniawi, pasti hidupnya tak tenang, karena takut topengnya lepas atau terbongkar
Bagi yang sibuk membangun isi, keyakinan, kebersihan hati, akan nyaman sekali, tak cemas dengan apapun penilaian makhluk

Bila kita jujur dan berbuat baik, lakukanlah sebagai syukur kita kepada Allah bukan untuk membangun citra atau kedudukan di sisi makhluk
Dipuji, tak dipuji bahkan dicaci manusia, sama saja tak ada artinya bagi yang sibuk dengan Penilaian Yang Maha Baik dan Maha Kuasa
Pujian tak menambah semangat, tak dipuji tak turun semangat, dan dicaci tak patah semangat,bagi yang sibuk dan fokus agar amalnya diterima-Nya
Bila goyah oleh penilaian manusia, berarti memang kita sedang membangun topeng bukan membangun isi

Senin, 22 Juli 2019

Baik Sangka

Prasangka adalah sebuah produk rasa yang tertuju pada suatu objek dalam pikiran kita. Melalui berbagai informasi yang didapat biasanya terbentuklah sebuah prasangka yang bisa baik atau buruk. Semakin banyak informasi baik / positif yang diterima dari sebuah objek maka akan semakin besar kecenderungan berprasangka baik dan sebaliknya.
Dalam menjalin sebuah hubungan dengan sesama prasangka menjadi sesuatu yang harus bisa dikendalikan sehingga tidak berakibat pada berkurangnya kualitas hubungan yang sudah berjalan dengan baik. Untuk mengelolanya perlu adanya keyakinan dan kesadaran bahwa prasangka baik akan membuat hubungan sesama berjalan semakin baik meskipun terdapat resiko di dalamnya. Kesadaran yang kedua adalah menyakini bahwa prasangka buruk akan semakin menghancurkan hubungan sesama meskipun hal tersebut dengan tujuan waspada terhadap hal-hal yang terjadi dan menyebabkan kerugian dalam menjalin hubungan.
Sebagai insan yang ingin terus memperbaiki diri, tetaplah mengedepankan berbaik sangka pada sesama karena dampak yang dihasilkan akan tetap lebih baik bila dibanding dengan berburuk sangka, karena berburuk sangka adalah bagian dari dosa.
Mari memohon kepadaNya agar kita diringankan dalam berbaik sangka pada sesama dan berlindung kepadaNya dari berburuk sangka pada sesama.

Mendekat

Saat sendiri kita akan ditemani berbagai perasaan yang menggelanyut dalam pikiran kita. Biasanya akan didominasi oleh permasalahan yang tengah kita alami. Tiada manusia / insan yang tidak punya masalah, ketika ada manusia yang tidak punya masalah itupun menjadi sebuah masalah😄😄.
Masalah datang pastinya ada penyebabnya, artinya tidak mungkin serta merta mendatangi kita seperti tamu yang tidak diundang. Masalah ini datang karena adanya perbuatan kita yang berpotensi untuk mengundang masalah datang ke kita.Jika kita punya amal yang baik namun masih diberi masalah berarti kita akan diberikan kualitas kehidupan yang lebih baik. Jika perbuatan dosa dan maksiat yang kita lakukan dan kemudian dapat tamu masalah berarti kita diingatkan untuk diajak kembali kepada jalan yang benar.
Banyak sekali kita membaca artikel dengan memberikan informasi cara untuk menyelesaikan masalah, namun masih saja belum bisa kita rasakan adanya penyelesaian. Hal penting yang harus menjadi keyakinan kita adalah bahwa kita harus paham siapa gerangan yang mengirim masalah itu datang ke diri kita. Tiada lain adalah sang Pencipta diri kita yaitu Allah SWT. Dialah yang mencipta dan menghidupi kita sampai saat ini, menjamin kehidupan dan rizki yang kita butuhkan dalam menjalani kehidupan ini dan yang paling tahu banget apa yang ada dalam diri kita seluruhnya.
Maka dari itu marilah kita sambut setiap masalah yang menghampiri kita dengan mendekatkan diri kepada yang serba Maha yaitu Allah SWT, berikhtiar sepenuhnya dan berdoa dengan iman, insya Allah masalah kita akan selesai dengan sebaik-baiknya karena semata-mata mendapatkan pertolongan / rahmat dari sang Maha Penyayang..Allah Subhanallahu wa Ta'ala....aamiin..